Senin, 19 September 2011

PANGLIMA TNI : BULAN SEPTEMBER MEMILIKI BEBERAPA CATATAN TRAGEDI KEMANUSIAAN


PANGLIMA TNI : BULAN SEPTEMBER MEMILIKI BEBERAPA CATATAN TRAGEDI KEMANUSIAAN

PUSPEN TNI (19/9),-  Seperti kita ketahui bersama bahwa bulan September memiliki beberapa catatan tragedi kemanusiaan, baik yang terjadi di dalam negeri, seperti peristiwa bom mobil di depan Kedutaan Australia pada tanggal 9 September 2004 atau yang lebih dikenal sebagai bom Kuningan, maupun di luar negeri, yaitu peristiwa penyerangan gedung WTC di New York Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 dan menewaskan sekitar 3.000 korban jiwa, yang berasal dari 90 Negara. Demikian Amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. yang dibacakan Aster Panglima TNI Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono (selaku Irup) pada Upacara Bendera Tujuh Belasan di lapangan Upacara Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (19/9).   

Menurut Panglima TNI aksi-aksi teroris itu terus berlanjut hingga saat ini, baik di dalam negeri, seperti peristiwa bom buku dan bom Serpong, maupun di luar negeri, yaitu terjadinya ledakan bom di Kota Oslo Norwegia. Bahkan tidak hanya itu, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi pula insiden lain yang memilukan di Norwegia, yakni insiden penembakan yang menewaskan 92 orang. 

Terkait dengan  masalah terorisme, Panglima TNI menegaskan untuk tidak ragu  dalam memberantas aksi-aksi kelompok tersebut. Terlebih hal ini telah menjadi bagian dari tugas TNI sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.  Negara dan TNI khususnya, tidak boleh kalah dengan kelompok teroris, untuk itu diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh komponen Bangsa, baik unsur TNI-Polri, maupun komponen masyarakat lainnya, dalam implementasi pemberantasan terorisme. 

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut  Panglima TNI juga menandaskan  bahwa selain masalah terorisme, beberapa persoalan yang saat ini mengemuka di Tanah Air, seperti masalah separatisme di Papua dan terjadinya kerusuhan di Ambon baru-baru ini, merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan semangat kebersamaan yang kuat. Semangat ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi setiap tantangan maupun melawan setiap usaha yang mencoba mendisintegrasikan Bangsa. Untuk itu Panglima TNI meminta agar setiap Prajurit dan PNS TNI menghayati makna luhur semangat kebersamaan dengan benar, menumbuhkembangkan semangat kebersamaan melalui berbagai upaya pembinaan satuan dan pembinaan teritorial serta memberdayakan potensi pertahanan yang dilandasi semangat kebersamaan, sehingga menjadi bagian dari sikap hidup dan perilaku prajurit dan masyarakat. 

Sebelum mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menekankan bahwa setiap prajurit pada dasarnya adalah insan intelijen, karena itu agar selalu meningkatkan kepekaan dan mencermati setiap perkembangan situasi yang terjadi agar segera dapat menentukan langkah antisipasi.  Selain itu setiap prajurit TNI juga merupakan insan teritorial yang senantiasa berbuat untuk kepentingan rakyat serta senantiasa mengutamakan kemanunggalan dengan rakyat dalam mengatasi setiap permasalahan Bangsa. 

Selesai upacara, dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan mental (Bintal) yang meliputi ceramah agama Islam dengan penceramah Prof. Dr. H. Qomari Anwar, M.A.bertempat di GOR A. Yani, ceramah agama Kristen diadakan di aula Gatot Subroto dengan penceramah Romo Thomas Ulun Ismoyo Pr dan ceramah agama Hindu oleh Drs. I Nyoman Wijaya, bertempat di aula Satang Denma Mabes TNI.  Kegiatan pembinaan rohani yang dilakukan secara rutin di Mabes TNI, dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga personel Mabes TNI baik sipil maupun militer dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai aturan yang berlaku sesuai nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

SOLDIER Blogger Templates Designed by productive dreams | Free Wordpress Templates. presents HD TV Watch Futurama Online. Featured on Singapore Wedding Cakes. © 2011